D.0139 Risiko Gangguan Integritas Kulit/Jaringan

D.0139 Risiko Gangguan Integritas Kulit/Jaringan Definisi : Beresiko mengalami kerusakan kulit (dermis, dan/atau epidermis) atau jaringan (membran mukosa, kornea, fasia, otot, tendon, tulang, kartilago, kapsul sendi dan/atau ligamen) Faktor Risiko Perubahan sirkulasi Perubahan status nutrisi (kelebihan atau kekurangan) Kekurangan/kelebihan volume cairan Penurunan mobilitas Bahan kimia initatif Suhu lingkungan yang ekstrem Faktor mekanis (mis. penekanan, gesekan) atau faktor elektris (elektrodiatermi, energi listrik bertegangan tinggi) Terapi radiasi Kelembaban Proses penuaan Neuropati perifer Perubahan hormonal Penekanan pada tonjolan tulang Kurang terpapar informasi tentang upaya mempertahankan/ melindungi integritas jaringan Kondisi Klinis Terkait Imobilitas Gagal jantung kongesif Gagal ginjal Diabetes melitus Imunodefisiensi (mis. AIDS) Kateterisasi jantung Keterangan Dispesifikkan menjadi kulit atau jaringan Kulit hanya terbatas pada dermis dan epidermis, sedangkan jaringan meliputi tidak hanya kulit tetapi juga mukosa, kornea, fasia, otot, tendon, tulang, kartilago, kapsul sendi dan/atau ligamen sumber :

D.0138 Risiko Cedera Pada Janin

D.0138 Risiko Cedera Pada Janin Definisi : Berisiko mengalami bahaya atau kerusakan fisik pada janin selama proses kehamilan dan persalinan Faktor Risiko Besarnya ukuran janin Malposisi janin Induksi persalinan Persalinan lama kala |, || dan ||| Disfungsi uterus Kecemasan yang berlebihan tentang proses persalinan Riwayat persalinan sebelumnya Usia ibu (<15 tahun atau >35 tahun) Paritas banyak Efek metode/intervensi bedah selama persalinan Nyeri pada abdomen Nyeri pada jalan lahir Penggunaan alat bantu persalinan Kelelahan Merokok Efek agen farmakologis Pengaruh budaya Pola makan yang tidak sehat Faktor ekonomi Konsumsi alkohol Terpapar agen teratogen Kondisi Klinis Terkait Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) Infeksi Penyakit penyerta: asma, hipertensi, penyakit menular seksual, AIDS Masalah kontraksi Efek pengobatan pada ibu   sumber :

D.0137 Risiko Cedera Pada Ibu

D.0137 Risiko Cedera Pada Ibu Definisi :  Berisiko mengalami bahaya atau kerusakan fisik pada ibu selama masa kehamilan sampai dengan proses persalinan Faktor risiko Besarnya ukuran janin Malposisi janin (posisi posterior) Induksi persalinan Persalinan lama kala |, || dan ||| Disfungsi uterus Efek metode/intervensi bedah selama persalinan Kurangnya dukungan keluarga dan orang tua Kurang adekuatnya observasi dan antisipasi Keterlambatan pengambilan keputusan dan manajemen Skrining dan perawatan prenetal yang tidak adekuat Kecemasan berlebihan pada proses persalinan Riwayat cidera pada persalinan sebelumnya Usia ibu (<15 tahun atau >35 tahun) Paritas banyak Perubahan hormonal  Perubahan postur tubuh Ketuban pecah Proses infeksi Penyakit penyerta Masalah kontraksi Kondisi Klinis Terkait Posisi tubuh lordosis Kelelahan Ketuban pecah Penurunan kadar hermoglobin   sumber : Buku SDKI – PPNI Edisi 1. Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan Tautan Luaran

D.0136 Risiko Cedera

D.0136 Risiko Cedera Definisi : Berisiko mengalami bahaya atau kerusakan fisik yang menyebabkan seseorang tidak lagi sepenuhnya sehat atau dalam kondisi baik Faktor Risiko Eksternal Terpapar patogen Terpapar zat kimia toksik Terpapar agen nosokomial Ketidaknyamanan Transportasi Internal Ketidaknormalan profil darah Perubahan orientasi afektif Perubahan sensasi Disfungsi autoimun Disfungsi biokimia Hipoksia jaringan Kegagalan mekanisme pertahanan tubuh Malnutrisi Perubahan fungsi psikomotor Perubahan fungsi kognitif Kondisi Klinis Terkait Kejang Sinkop Vertigo Gangguan penglihatan Gangguan pendengaran Penyakit parkinson Hipotensi Kelainan nervus vestibularis Retardasi mental sumber : Buku SDKI – PPNI Edisi 1. Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan Tautan Luaran

D.0135 Risiko Bunuh Diri

D.0135 Risiko Bunuh Diri Definisi : Berisiko melakukan upaya menyakiti diri sendiri untuk mengakhiri kehidupan Faktor Risiko Gangguan perilaku (mis. euforia mendadak setelah depresi, perilaku mencari senjata berbahaya, membeli obat dalam jumlah banyak, membuat surat warisan) Demografi (mis. lansia, status perceraian, janda/duda, ekonomi rendah, pengangguran) Gangguan fisik (mis. nyeri kronis, penyakit terminal) Masalah sosial (mis. berduka, tidak berdaya, putus asa, kesepian, kehilangan hubungan yang penting, isolasi sosial) Gangguan psikologis (mis. penganiayaan masa kanak kanak, riwayat bunuh diri sebelumnya, remaja homoseksual, gangguan psikiatrik, penyakit psikiatrik, penyalahgunaan zat) Kondisi Klinis Terkait Sindrom otak akut/kronis Ketidakseimbangan hormon (mis. premenstrual syndrome, postpartum psychosis) Penyalahgunaan zat Post traunatic stress disorder (PTSD) Penyakit kronis/terminal (mis. kanker)   sumber : Buku SDKI – PPNI Edisi 1. Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan Tautan Luaran

D.0134 Risiko Alergi

D.0134 Risiko Alergi Definisi :… Berisiko mengalami simulasi respon imunitas yang berlebihan akibat terpapar alergen. Faktor Risiko Makanan (mis. alpukat, pisang, kiwi, kacang, makanan olahan laut, buah tropis, jamur) Terpapar zat alergen (mis. zat kimia, agen farmakologis) Terpapar alergen lingkungan (mis. debu, serbuk sari) Sengatan serangga Kondisi klinis Terkait Kondisi penurunan imunitas Riwayat pembedahan Riwayat alergi sebelumnya Asma sumber : Buku SDKI – PPNI Edisi 1. Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan Tautan Luaran

D.0133 Perlambatan Pemulihan Pasca bedah

D.0133 Perlambatan Pemulihan Pasca bedah Definisi : Pemanjangan jumlah hari pascabedah untuk memulai dan melakukan akitivitas sehari-hari. Penyebab Skor klasifikasi status fisik American Society of Anesthesiologists (ASA) >3 Hiperglikemia Ederma pada lokasi pembedahan Prosedur pembedahan ekstensif (luas) Usia ekstrem Riwayat perlambatan penyembuhan luka Gangguan mobilitas Malnutrisi Obesitas Infeksi luka periotif Mual/muntah persisten Respon emosional pascaoperasi Pemanjangan pasca operasi Gangguan psikologis pascaoperasi Kontaminasi bedah Trauma pada luka operasi Efek agen farmakologis Gejala dan Tanda Mayor Subjektif                                          Objektif 1. Mengeluh tidak nyaman    1. Area luka operasi terbuka 2. Waktu penyembuhan yang                                                                       memanjang Gejala dan Tanda Minor Subjktif                      […]

D.0132 Perilaku Kekerasan

D.0132 Perilaku Kekerasan Definisi :… Kemarahan yang diekspresikan secara berlebihan dan tidak terkendali secara verbal sampai dengan mencederai orang lain dan/ atau merusak lingkungan. Penyebab Ketidakmampuan mengendalikan dorongan marah Stimulus lingkungan Konflik interpersonal Perubahan status mental Putus obat Penyalahgunaan zat/alkohol Gejala dan tanda Mayor subjektif Mengancam Mengumpat dengan kata-kata kasar Suara keras Bicara ketus Objektif Menyerang orang lain Melukai diri sendiri/orang lain Merusak lingkungan Perilaku agresif/amuk Gejala dan Tanda Minor Subjektif (tidak tersedia) Objektif Mata melotot atau pandangan tajam Tangan mengepal Rahang mengatup Wajah memerah Postur tubuh kaku Kondisi Klinis Terkait Attetion deficit/hyperactivity disorder (ADHD) Gangguan perilaku Oppositional defiant disorder Gangguan Tourette Delirium Demensia Gangguan amnestik sumber : Buku SDKI – PPNI Edisi 1. Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan Tautan Luaran

D.0131 Hipotermia

D.0131 Hipotermia Definisi :… Suhu tubuh berada dibawah rentang normal tubuh Penyebab Kerusakan hipotalamus  Konsumsi alkohol Berat badan ekstrem Kekurangan lemak subkutan Terpapar suhu lingkungan rendah Malnutrisi Pemakaian pakaian tipis  Penurunan laju metabolisme Tidak beraktivitas Transfer panas (mis. konduksi, konveksi, evaporasi, radiasi) Trauma Proses penuaan Efek agen farmakologis Kurang terpapar informasi tentang pencegahan hipotermia  Gejala dan Tanda Mayor Subjektif (tidak tersedia) Objektif Kulit terasa dingin Menggigil Suhu tubuh dibawah nilai normal Gejala dan Tanda Minor Subjektif (tidak tersedia) Objektif Akrosianosis Bradikardi Dasar kuku sianotik Hipoglikemia Hipoksia Pengisian kapiler > 3 detik Konsumsi oksigen meningkat Ventilasi menurun Piloereksi Takikardia Vasokonstruksi perifer Kutis memorata (pada neonatus) sumber : Buku SDKI – PPNI Edisi 1. Ketegangan Peran Pemberi Asuhan Tautan Luaran

D.0130 Hipertermia

D.0130 Hipertermia Definisi :… Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal tubuh Penyebab Dehidrasi Terpapar lingkungan panas Proses penyakit (mis. infeksi, kanker) Ketidaksesuaian pakaian dengan suhu lingkungan Peningkatan laju metabolisme Respon trauma Aktivitas berlebihan Penggunaan inkubator Gejala dan Tanda Mayor Subjektif (tidak tersedia) Objektif Suhu tubuh diatas nilai normal Gejala dan Tanda Minor Subjektif (tidak tersedia) Objektif Kulit merah Kejang Takikardi Takipnea Kulit terasa hangat Kondisi Klinis Terkait Proses infeksi Hipertiroid Stroke Dehidrasi Trauma Prematuritas sumber : Buku SDKI – PPNI Edisi 1. Ketegangan Peran Pemberi Asuhan Tautan Luaran