D.0006 Risiko Aspirasi.

D.0006 Risiko Aspirasi. Resiko mengalami masuknya sekresi gastrointestonal, sekresi orofaring, benda cair atau padat ke dalam saluran trakeobronkhial akibat disfungsi mekanisme protektif saluran napas.   sumber : Buku SDKI – PPNI Edisi 1. Tautan Luaran

D.0005 Pola Napas Tidak Efektif

D.0005 Pola Napas Tidak Efektif Definisi : Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat Penyebab : 1. Depresi pUsat pernapasan 2. Hambatan upaya napas (mis. nyeri saat bernapas, kelemahan otot pernapasan) 3. Deformitas dinding dada. 4. Deformitas tulang dada. 5. Gangguan neuromuskular. 6 Gangguan neurologis (mis elektroensefalogram [EEG] positif, cedera kepala ganguan kejang). 7. maturitas neurologis. 8. Penurunan energi. 9. Obesitas. 10. Posisi tubuh yang menghambat ekspansi paru. 11. Sindrom hipoventilasi. 12. Kerusakan inervasi diafragma (kerusakan saraf CS ke atas). 13. Cedera pada medula spinalis. 14. Efek agen farmakologis. 15. Kecemasan.   Gejalan dan Tanda Mayor : Subjektif : 1. Dispnea Objektif : 1. Penggunaan otot bantu pernapasan. 2. Fase ekspirasi memanjang. 3. Pola napas abnormal (mis. takipnea. bradipnea, hiperventilasi kussmaul cheyne-stokes).   Gejala dan Tanda Minor : Subjektif : 1. Ortopnea Objektif : 1. Pernapasan pursed-lip. 2. Pernapasan cuping hidung. 3. Diameter thoraks anterior—posterior  meningkat 4. Ventilasi semenit menurun 5. Kapasitas vital menurun 6. Tekanan ekspirasi menurun 7. […]

D0003 Ganguan Pertukaran Gas

sumber : Buku SDKP – PPNI Edisi 1 Tautan Luaran Definisi : Kelebihan atau Kekurangan oksigenasi dan/atau eleminasi karbondioksida pada membran alveous – kapiler. Penyebab : 1. Ketidakseimbangan ventilasi – perfusi. 2. Perubahan membran alveolus-kapiler.      

D.0002 Gangguan Penyapihan Ventilator

Definisi : ketidakmampuan beradaptasi dengan pengurangan bantuan ventilator mekanik yang dapat menghambat dan memperlama proses penyapihan.       Penyebab fisiologis 1 hipersekresi jalan nafas 2 ketidakcukupan energi 3 hambatan upaya nafas misal nyeri saat bernapas kelemahan otot pernapasan efek sedasi.   Psikologis : 1. Kecemasan. 2 Perasaan tidak berdaya 3 kurang terpapar informasi tentang proses penyapihan 4 penurunan motivasi situasional 1 ketidakadekuatan dukungan sosial 2 ketidaktepatan kecepatan proses penyapihan 3 riwayat kegagalan berulang dalam upaya penyapihan 4 riwayat ketergantungan ventilator lebih dari 4 hari  

D.0001 Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif

D.0001 Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Definisi : ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas untuk mempertahankan jalan nafas tetap paten. Penyebab :Fisiologis :1. Spasme jalan napas.2. Hipersekresi jalan napas.3. Disfungsi neuromuskuler.4. Benda asing dalam jalan napas.5. Adanya jalan napas buatan.6. Sekresi yang tertahan.7. Hiperplasia dinding jalan napas.8. Proses infeksi .9. Respon alergi.10. Efek agen farmakologis (mis. anastesi). Situasional :1. Merokok aktif.2. Merokok pasif.3. Terpajan polutan.   Gejala dan tanda mayor : Subjektif :  tidak tersedia. Objektif : 1. batuk tidak efektif2. tidak mampu batuk.3. sputum berlebih.4. Mengi, wheezing dan / atau ronkhi kering.5. Mekonium di jalan nafas pada Neonatus.   Gejala dan Tanda Minor. Subjektif : Dispnea. Sulit bicara. Ortopnea. Objektif : Gelisah. Sianosis. Bunyi napas menurun. Frekuensi napas berubah. Pola napas berubah.   Kondisi Klinis Terkait  Gullian barre syndrome. Sklerosis multipel. Myasthenia gravis. Prosedur diagnostik (mis. bronkoskopi, transesophageal echocardiography [TEE] ). Depresi sistem saraf pusat. Cedera Kepala Stroke Kuadriplegia Sindron aspirasi mekonium Infeksi saluran Napas.   SLKI Luaran […]