D.0063 Gangguan Menelan.

D.0063 Gangguan Menelan. Definisi : Fungsi menelan abnormal akibat defisit struktur atau fungsi oral, faring atau esofagus.   Penyebab Gangguan serebrovaskular Gangguan saraf kranialis Paralisis serebral Akalasia Abnormalitas laring Abnormalitas orofaring Anomali jalan napas atas Defek anatomik kongenital Defek laring Defek nasal Defek rongga nasofaring Defek trakea Refluk gastroesofagus Obstruksi mekanis prematuritas   Gejala dan Tanda Mayor. Subjektif Mengeleuh sulit menelan   Objektif Batuk sebelum menelan Batuk setelah makan atau minum Tersedak Makanan tertinggal di rongga mulut   Gejala dan Tanda Minor Subjektif Oral (tidak tersedia)   Faring Menolak makan   Esofagus Menegeluh bangun dimalam hari Nyeri epigastrik Objektif Oral Bolus masuk terlalu cepat Refluks nasal Tidak mampu membersihkan rongga mulut Makanan jatug dari mulut Makanan terdorong keluar dari mulut Sulit mengunyah Muntah sebelum menelan Bolus terbentuk lama Waktu makan lama Porsi makan tidak habis Fase oral abnormal Mengiler   Faring Muntah Posisi kepala kurang elevasi Menelan berulang-ulang   Esofagus Hematemesis Gelisah Regurgitasi Odinofagia Bruksisme   Kondis Klinis Terakait Stroke […]

D.0062 Gangguan Memori.

D.0062 Gangguan Memori. Definisi : Ketidakmampuan mengingat beberapa informasi atau perilaku.   Penyeab Ketidakadekuatan stimulasi intelektual Gangguan srkulasi ke otak Gangguan volume cairan dan/atau elektroit Proses penuaan Hipoksia Gangguan neurologis (mis. EEG positif, cedera kepala, gangguan kejang) Efek agen farmakologis Penyalahgunaan zat Faktor psikologis (mis. kecemasan, depresi, stres berlebihan, berduka, gangguan tidur) Distraksi lingkungan   Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Melaporkan pernah mengalami pengalaman luap Tidak mampu mempelajari keterampilan baru Tidak mampu mengingat informasi faktual Tidak mampu mengingat perilaku tertentu yang pernah dilakukan Tidak mampu mengingat peristiwa   Objektif Tidak mampu melakuakan kemampuan yang dipelajari sebelumnya     Gejala dan Tanda Minor Subjektif lupa melakukan perilaku pada waktu yang telah dijadwalkan Merasa mudah lupa   Objektif (tidak tersedia)     Kondisi Klinis Terkait Stroke Cedera kepala Kejang Penyakit Alzheimer Depresi Intoksikasi alkohol Penyalahgunaan zat         sumber :

D.0061 Disrefleksia Otonom.

D.0061 Disrefleksia Otonom. Definisi : Respon sistem saraf simpatis yang terjadi secara spontan dan mengancam jiwa terhadap stimulus berbahaya akibat cedera medula spinalis pada T7 atau diatasnya.   Subjektif Sakit kepala   Objektif Tekanan darah sistolik meningkat >20% Bercak merah pada kulit di atas lokasi cedera Diaforesis di atas lokasi cedera Pucat dibawah lokasi cedera Bradikardia dan/atau takikardia   Gejala dan Tanda Minor Subjektif Nyeri dada Pandangan kabur Kongesti konjungtiva Kongesti nasal Parestesia Sensasi logam di mulut   Objektif Menggigil Sindrom Horner Refleks pilomotorik Dilatasi pupil Penile erection Semen emission   Kondisi Klinis Terkait Cedera medula spinalis Fraktur Trombosis vena dalam     sumber :

D.0060 Risiko Intoleransi Aktivitas.

D.0060 Risiko Intoleransi Aktivitas. Definisi : Beresiko mengalami ketidakcukupan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari   Faktor Risiko Gangguan srkulasi Ketidakbugaran status fisik Riwayat intoleransi aktivitas sebelumnya Tidak berpengalaman dengan suatu aktivitas Gangguan pernapasan   Kondisi Klinis Terkait Anemia Gagal jantung kongestif Penyakit katup jantung Aritmia Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) Gangguan metabolik Gangguan muskulosketal     sumber :

D.0059 Risiko Disorganisasi Perilaku Bayi.

D.0059 Risiko Disorganisasi Perilaku Bayi. Definisi : Berisiko mengalami disintegrasi respon fisiologis dan neurobehaviour bayi terhadap lingkungan.   faktor Risiko Kelebihan stimulasi sensorik Prematuritas Prosedur invasif Gangguan motorik Kelainan kongenitial Kelainan genetik   Kondisi Klinis Terkait Hospitalisasi Prosedur invasif Prematuritas Gangguan neurologis Gangguan kongenital Kelainan kardiovaskuler         sumber :

D.0058 Kesiapan Peningkatan Tidur.

D.0058 Kesiapan Peningkatan Tidur. Definisi : Pola penurunan kesadaran alamiah dan periodik yang memungkinkan istirahat adekuat, memperthankan gaya hidup yang diinginkan dan dapat ditingkatkan.   Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Mengekspresikan keinginan untuk meningkatkan tidur Mengekspresikan perasaan cukup istirahat setelah tidur   Objektif Jumlah waktu tidur sesuai dengan pertumbuhan perkembangan   Gejala dan Tanda Minor Subjektif Tidak menggunakan obat tidur   Objektif Menerapkan rutinitas tidur yang meningkatkan kebiasaan tidur   Kondisi Klinis Terkait Pemulihan pasca operasi Nyeri kronis Kehamilan (periode prenatal/postnatal) Sleep apnea     sumber :

D.0057 Keletihan.

D.0057 Keletihan. Definisi : Penurunan kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak pulih dengan istirahat. Gangguan tidur  Gaya hidup monoton Kondisi fisiologis (mis. penyakit kronis, penyakit terminal, anemia. malnutrisi, kehamilan) ‘ Program perawatan/pengobatan jangka panjang Peristiwa hidup negatif Stres—berlebihan Depresi Gejala dan Tanda mayor Subjektif Merasa energi tidak putih walaupun telah tidur Merasa kurang tidur Mengeluh lelah   Objektif Tidak mampu mempertahankan aktivitas rutin Tampak lesu   Gejala dan Tanda Minor Subjektif Merasa bersalah akibat tidak mampu menjalankan tanggung jawab libido menurun   Objektif Kebutuhan istirahat meningkat   Kondisi Klinis Terkait Anemia Kanker Hipotiroidisme/Hipertirodisme AIDS Depresi Menopause   Keterangan Diagnosis keletihan merupakan perasaan subjektif yang tidak teratasi dengan istirahat dan intervensi keperawatan tidak difokuskan untuk meningkatkan daya tahan beraktivitas (endurance), melainkan untuk membantu klien beradaptasi dengan kondisi yang dialaminya. Sedangkan, Intoleransi Aktivitas difokuskan untuk meningkatkan toleransi dan daya tahan beraktivitas klien. sumber :

D.0056 Intoleransi Aktivitas.

D.0056 Intoleransi Aktivitas. Definisi :… Ketidakcukupan energi untuk melakukan aktivitas sehari hari   Penyebab Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen Tirah baring Kelemahan Imobilitas Gaya hidup monoton   Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Mengeluh lelah Objektif frekuensi jantung meningkat >20% dari kondisi sehat   Gejala dan Tanda Minor Subjektif Dispnea saat/setelah aktivitas Merasa tidak nyaman setelah beraktivitas Merasa lemah Objektif Tekanan darah berubah >20% dari kondisi istirahat Gambaran EKG menunjukan aritmia saat/setelah aktivitas Gambaran EKG menunjukan iskemia Sianosis   Kondisi Klinis Terkait Anemia Gagal jantung kongesif Penyakit jantung koroner Penyakit katup jantung Aritmia Penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) Gangguan metabolik Gangguan muskuloskeletal     sumber :

D.0055 Gangguan Pola Tidur.

D.0055 Gangguan Pola Tidur.   Definisi : Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal Penyebab : Hambatan lingkungan (mis. kelembapan lingkungan sekitar, suhu lingkungan, pencahayaan, kebisingan, bau tidak sedap, jadwal pemantauan/pemeriksaan/tindakan) Kurang kontrol tidur Kurang privasi Restraint fisik Ketiadaan teman tidur Tidak familiar dengan peralatan tidur Gejala dan Tanda Mayor : Subjektif                                                Objektif Mengeluh sulit tidur                       (tidak tersedia) Mengeluh sering terjaga Mengeluh tidak puas tidur Mengeluh pola tidur berubah Mengeluh istirahat tidak cukup Gejala dan Tanda Minor Subjektif                                                 Objektif Mengeluh kemampuan beraktivitas menurun (tidak tersedia) Kondisi Klinis Terkait Nyeri/kolik Hypertirodisme Kecemasan Penyakit paru obstruktif kronis Kehamilan Periode pasca partum kondisi pasca operasi […]

0054 Gangguan Mobilitas Fisik.

0054 Gangguan Mobilitas Fisik.   Definisi :… Keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri   Penyebab Kerusakan integritas struktur tulang Perubahan metabolisme Ketidakbugaran fisik Penurunan kendali otot Penurunan massa otot Penurunan kekuatan otot Keterlambatan perkembangan Kekakuan sendi Kontraktur Malnutrisi Gangguan muskuloskeletal Gangguan neuromuskular Indeks masa tubuh diatas persentil ke-75 sesuai usia Efek agen farmakologis Program pembatasan gerak Nyeri Kurang terpapar informasi tentang aktivitas fisik Kecemasan Gangguan kognitif Keengganan melakukan pergerakan Gangguan sensoripersepsi   Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Mengeluh sulit menggerakkan ekstremitas Objektif Kekuatan otot menurun Rentang gerak (ROM) menurun   Gejala dan Tanda Minor Subjektif Nyeri saat bergerak Enggan melakukan pergerakan Merasa cemas saat bergerak   Objektif Sendi kaku Gerakan tidak terkoordinasi Gerakan terbatas Fisik lemah   Kondisi Klinis Terkait Stroke Cedera medula spinalis Trauma Fraktur Osteoarthirtis Ostemalasia Keganasan sumber :